Langsung ke konten utama

Tips Mengemudi Melewati Banjir

Tips Mengemudi Melewati Banjir

-
Tentunya dapat menjadi pengalaman yang menyebalkan jika suatu saat Anda dan mobil Anda terjebak banjir dan tiba–tiba mogok! Oleh karena itu, pada saat melintasi genangan air yang cukup tinggi, Anda perlu lebih waspada dan menerapkan gaya mengemudi yang jitu dan ekstra hati–hati. Silakan ikuti tip-tip berikut agar Anda tidak menemukan situasi yang fatal saat mengemudi melewati banjir.    


  • Matikan AC. Saat melintasi banjir, sebaiknya AC tidak dinyalakan untuk mengurangi beban kinerja mesin dan mencegah terjadinya korsleting pada sistem kelistrikan mobil. Namun, setelah melewati genangan air yang tinggi, AC dapat dinyalakan kembali. Apabila saat menyalakannya kembali Anda mendengar suara decit dari V-belt yang terciprat air, jangan khawatir. Karena dalam hitungan detik suara tersebut akan hilang.   
  • Lakukan setengah kopling dan gigi terendah.  Untuk mencegah agar mesin tidak mati, pada transmisi manual tahan setengah kopling dan besarkan gas mobil hingga 2.500 rpm. Aksi tersebut dapat meminimalkan air yang masuk ke dalam mesin melalui knalpot atau lubang filter udara. Sedangkan bagi yang menggunakan transmisi otomatis, kemudikan mobil pada gigi terendah –pada “1” atau “L”– untuk menstabilkan putaran mesin.   
  • Hindari genangan air terlalu tinggi.  Sebaiknya pada saat melintasi banjir posisikan mobil sedikit ke tengah jalan, karena genangan air di bagian tersebut biasanya adalah yang paling rendah. Mengingat di sebelah kiri dan kanan jalan biasanya terdapat saluran air di mana genangannya cukup tinggi. Namun, jika tinggi air sudah hampir setengah dari mobil Anda, langsung hindari jalan tersebut untuk menghindari terjadinya mogok atau kerusakan fatal pada kendaraan Anda.   
  • Lakukan pengereman.  Jika mobil sudah melintasi genangan air, permukaan piringan dan kanvas rem menjadi basah sehingga dapat mengurangi jarak pengereman pada mobil Anda. Untuk mengeringkan permukaan di sekitar rem dan mengembalikan kinerja rem, lakukan pengereman sekitar dua hingga tiga kali secara halus. Demi keamanan Anda, hal ini perlu Anda lakukan untuk memastikan bahwa rem mobil Anda tetap berfungsi dengan baik. .    
  • Hilangkan bau apek.  Jika air masuk ke dalam mobil pada saat melintasi banjir, ini tentunya harus dikeringkan segera agar tidak menimbulkan bau apek, selain juga  untuk mencegah kerusakan pada beberepa komponen di mobil Anda. Jika Anda tidak sempat untuk melakukannya sendiri, bawalah ke salon mobil favorit Anda.
  • Cuci kolong.  Sebaiknya setelah melewati genangan air, semprotkan hingga bersih bagian bawah mobil Anda untuk mencegah terjadinya karat. Air hujan cenderung memiliki tingkat oksidasi yang  tinggi dan dapat merusak

Postingan populer dari blog ini

Asuransi Kendaraan Bermotor

Asuransi Kendaraan Bermotor J enis asuransi ini memberikan perlindungan kepada kendaraan bermotor dari bahaya tabrakan, kehilangan dan lain-lain. Perlindungan asuransi diberikan untuk casco dan terhadap risiko tanggung gugat. Produk ini mencakup:  kendaraan bermotor roda empat, sepeda motor maupun alat-alat berat seperti excavator, trailer dan lain-lain. Perlindungan asuransi dapat diperluas dengan perlindungan terhadap risiko banjir, gempa bumi, kerusuhan, huru hara, terorisme dan sabotase. Perbedaan Asuransi Mobil All Risk dan TLO 1. Asuransi Mobil Total Loss Only (TLO) Secara umum Total Loss Only (TLO) berarti “hanya (jika) kehilangan total”. Berarti klaim asuransi hanya dapat diajukan apabila terjadi ‘kehilangan total’. Dalam asuransi mobil, yang dimaksud kehilangan total itu adalah kerusakan yang terjadi di atas 75% atau kehilangan pencurian ataupun karena perampasan. Bila kerusakan yang dialami kurang dari itu, Anda tidak akan mendapatkan ganti rugi ata...

merapi dikala Anggun dan Kokoh